PROJECT

SAMUDRA IBU

Penelitian yang memelihara perlindungan laut dengan menghubungkan perasaan kita terhadap laut dengan cinta kasih ibu.

HOW

Mempertimbangkan kembali laut
sebagai "ibu" kita.

Sebuah konsep yang dikenal sebagai "layanan ekosistem" memungkinkan kita untuk memvisualisasikan manfaat yang diberikan kepada kita oleh laut dan lingkungan alam dari berbagai perspektif. Kami sangat beruntung memiliki kesempatan untuk bertemu dengan para peneliti yang telah bekerja untuk memperluas ide layanan ekosistem ini melalui penelitian mereka di Japan Fisheries Research and Education Agency (FRA), sebuah organisasi yang terlibat erat dengan ekosistem laut Jepang.
Dr. Aoi Sugimoto dan rekan-rekannya telah berusaha mengungkap nilai laut seperti yang dipersepsikan oleh masyarakat dengan menerapkan teknik pemrosesan bahasa alami pada hasil wawancara ekstensif yang mereka lakukan, daripada sekadar mengevaluasinya berdasarkan indikator ekonomi seperti hasil tangkapan ikan dan jumlah wisatawan. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat yang tinggal di daerah pesisir cenderung merasakan berbagai perasaan terhadap laut, termasuk rasa kagum dan cinta yang menyerupai apa yang kita rasakan terhadap sesama manusia.

Dengan mendekati studi ini sebagai upaya untuk menggarisbawahi "karakter keibuan laut", kami telah mengusulkan peluncuran "MOTHER OCEAN" sebagai proyek yang bertujuan untuk "memikirkan kembali laut sebagai ibu kita". Kami juga menciptakan infografis berbentuk manusia yang membangkitkan citra seorang ibu sebagai sarana untuk menumbuhkan apresiasi bersama terhadap laut sebagai ibu kita.

Pada saat yang sama, kami telah menerima permintaan untuk menyiapkan pedoman untuk "International Coastal Cleanup", sebuah acara yang diadakan setiap tahun di berbagai negara di seluruh dunia oleh "Ocean Conservancy", sebuah LSM Amerika yang terlibat dalam konservasi laut. Hal ini juga telah dimasukkan sebagai bagian dari proyek MOTHER OCEAN. Dengan meningkatkan kesadaran akan tema "mempertimbangkan kembali laut sebagai ibu kita", kami telah menciptakan banyak kesempatan bagi para peneliti dan aktivis yang pekerjaannya terkait dengan laut untuk menjadi bagian dari jaringan yang sama.

Unduh versi bahasa Inggris dan Jepang dari Poster:  shorturl.at/iDPS9

WHY

Kurangnya kesadaran diri kita
menyebabkan hilangnya
ekosistem laut kita.

Berdasarkan " Living Planet Report 2020 ," sebuah studi yang diterbitkan oleh World Wildlife Fund for Nature (WWF), kita telah kehilangan 68% keanekaragaman hayati planet kita selama 50 tahun terakhir. Banyak peneliti juga telah menunjukkan bahwa bumi berada di ambang peristiwa kepunahan massal keenam dalam sejarah, dan penyebabnya dapat dikaitkan secara eksklusif dengan aktivitas manusia.
Lautan kita yang seperti ibu telah dirugikan oleh polusi berat dari industri manufaktur dan pariwisata yang berkembang. Pada saat yang sama, eksploitasi berlebihan global terhadap sumber daya perikanan, krisis iklim dalam beberapa dekade terakhir, dan masalah sampah plastik laut telah bergabung untuk dengan cepat mengikis ekosistem laut kita yang semula bersemangat.
Meskipun dalam keadaan krisis seperti ini, banyak orang masih tidak dapat memiliki gambaran yang akurat tentang apa yang telah diberikan laut kepada kita dan apa yang telah kita ambil darinya, dan kita terus secara sepihak mengeksploitasi sumber daya berharga laut.

Kredit Foto: MV Wakashio. |  Greenpeace Africa

WILL

Membagikan gagasan tentang
menghormati ekosistem laut kita
seperti bagaimana kita menghormati tetangga kita
dengan seluruh dunia.

Tujuan utama dari kegiatan yang kami lakukan di bawah "MOTHER OCEAN" adalah untuk melepaskan diri dari pandangan dunia antroposentris dan memupuk bentuk imajinasi yang mampu memahami rasa sakit yang dialami lautan dengan cara yang sama seperti kita mempertimbangkan perasaan ibu kita sendiri. Kami percaya bahwa tantangan saat ini bagi umat manusia adalah mengakui ekosistem itu sendiri sebagai sosok ibu yang penting yang memberkati kita dengan karunia-karunianya dengan cara yang sama seperti kita dulu memuliakan dewa-dewi tak terhitung jumlahnya yang mempersonifikasikan kesucian alam semesta kita di masa lalu.
Selain Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memproklamirkan "Dekade Ilmu Kelautan untuk Pembangunan Berkelanjutan" yang bertujuan untuk mempromosikan apresiasi yang lebih baik dan konservasi lautan yang lebih efektif di seluruh dunia. "MOTHER OCEAN" bertujuan untuk menjadi gerakan yang menyatukan peneliti, aktivis sosial, dan warga biasa di seluruh dunia yang bersemangat tentang lautan sambil mengikuti tren global yang ada dan terus berkolaborasi dengan berbagai organisasi. Kami berharap dapat menciptakan masa depan di mana gagasan tentang lautan sebagai ibu mulia kita, sebuah ide yang hampir dilupakan umat manusia, menjadi dihargai secara luas oleh semua orang sekali lagi.

沖縄の海
INFORMATION
CREDIT
Art Direction
NOSIGNER (Eisuke Tachikawa)
Consulting
NOSIGNER (Eisuke Tachikawa)
Graphic Design
NOSIGNER (Eisuke Tachikawa, Noemie Kawakita, Nozomi Aoyama)
Illustration
NOSIGNER (Eisuke Tachikawa, Noemie Kawakita, Nozomi Aoyama)
Mulai proyek Anda